BERBAGIILMU.WEN.RU
Change Language Tools
|

Menumbuhkan kepercayaan diri pada anak

Menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian pada anak sejak dini
books

Menumbuhkan kemandirian dan juga kepercayaan diri pada anak membutuhkan proses yang lama. Sebab aspek mentalitas yang dimiliki anak akan terbina dengan baik bila sering dibina atau dilatih sejak usia dini.

Peran orang tua sudah jelas sangat diperlukan dalam menumbuhkan kepercayaan diri anak. Sebab orang tua lah yang paling mengetahui perkembangan sang anak baik secara pisik maupun mentalitas. Orang tua harus respek terhadap perkembangan anak, apakah si anak pemalu atau bahkan sangat pemalu sehingga seakan si anak hanya mau melakukan sesuatu apabila didampingi orang tuanya saja.

Berikut beberapa tips yang mungkin bisa dilakukan orang tua yang memiliki anak yang terlalu pemalu.

  • Jangan terlalu memanjakan si anak

  • Bila segala keinginan anak selalu dituruti, si anak akan merasa bahwa segala kebutuhan yang diinginkan ada pada orang tua, si anak akan berpikir praktis bahwa ia tak perlu harus berusaha untuk melakukan ini atau itu untuk yang ia inginkan. Sifat manja dan ketergantungan pada orang tua akan melekat pada diri anak.

  • Biarkan anak bersosialisasi.

  • Jangan melarang anak bila ingin bermain dengan anak sebayanya. Biarkan ia mengenal dan berinteraksi dengan teman bermainnya tapi harus tetap kita awasi. Sebab inilah awal bagi si anak dalam bergaul.

  • Beri cerita sebelum tidur


  • Sebelum si anak tidur bacakanlah cerita-cerita lucu dan menarik buat si anak. Tentunya cerita yang mendidik. Biarkan si anak berimajinasi dengan isi cerita yang kita bacakan. Lalu berilah sedikit pertanyaan-pertanyaan ringan yang berkaitan dengan apa yang kita ceritakan, nah disinilah pemikiran anak akan semakin berkembang. Biarkan ia berpikir dan biarkan ia bertanya lalu jawablah dari setiap apa yang ia tanyakan. Janganlah merasa kesal bila si anak terus bertanya, bersabarlah menghadapinya, sebab anak kecil biasanya selalu serba ingin tau.

  • Ajak dan dorong si anak untuk tampil di depan umum


  • Inilah proses langsung melatih anak menumbuhkan kepercayaan dirinya. Ikutkanlah si anak dalam kegiatan-kegiatan atau lomba-lomba. Contoh yang mudah, daftarkanlah anak kita dalam lomba-lomba saat 17 Agustusan, misalkan lomba kerupuk. Berilah dia arahan, dukungan dan semangatilah. Di sini anak akan belajar berkompetisi, dan belajar tampil di depan umum. Kalau si anak sudah biasa berdiri apalagi ditonton oleh banyak orang-orang, maka mental si anak akan semakin terlatih dan akan semakin berani unjuk kebolehannya yang akhirnya akan menjadi sebuah prestasi.

  • Anjurkan anak ikut kegiatan extrakulikuler di sekolah


  • Disinilah pembinaan karakter anak akan terbina. Dengan keikutsertaan anak dalam kegiatan extrakulikuler maka bakat, disiplin, kemandirian dan kepercayaan diri anak akan semakin matang. Janganlah menganggap sepele kegiatan extrakulikuler. Kenapa? Kita ambil contoh:
    Si A adalah anak yang pintar di sekolahnya, ia selalu rangking satu tapi tidak ikut keorganisasian di sekolah. Kesehariannya ia hanya belajar, baca dan menulis, tanpa pernah ikut atau bahkan terjun lansung dalam sebuah kegiatan. Dan anak yang satu lagi kita sebut si B. Ia tidak terlalu pintar, namun ia selalu aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Nah setelah keduanya lulus sekolah, ternyata anak yang mampu terjun ke dunia masyarakat dan dunia kerja adalah anak si B. Kini muncul lagi pertanyaan. Kenapa dengan si A ?
    Si A ternyata kesiapan mentalnya belum siap untuk masuk ke lingkungan masyarakat apalagi ke dunia kerja yang penuh persaingan. Waktu disekolah ia hanya tau teori ilmu-ilmu sekolah saja, sebab hanya buku dan buku dalam kehidupannya, sehingga saat ia akan praktek langsung di masyarakat keberanian yang kurang akan menjadi kendala baginya. Ide dalam pikirannya ada namun ia tak berani untuk mengungkapkan karena malu dan akhirnya keduluin sama orang lain.
    Sementara si B walaupun tak sepintar si A, tapi karena ia sudah punya bekal mental yang cukup dan keberanian sera kemandirian saat di organisasi, maka saat terjun ke masyarakat ia sudah siap dengan semua resiko yang akan terjadi tanpa adanya ketergantungan lagi pada orang tua.

    Mudah-mudahan catatan ini bermanfaat bagi kita semua.

Anda tidak puas dengan artikel ini? Cari dan temukan yang lebih DI SINI


About This Site

About simkuringThis website di bangun di atas serba keterbatasan dan kekurangan. Begitu terbatas karena hanya menggunakan Hp SE W810i yang sudah bobrok dan dengan pulsa yang selalu cekak.
Bantu menyebarkan situs ini di FB kamu dengan menekan tombol like on Facebook

Tambahkan artikel kamu disini
www.e-referrer.com

Berminat pasang iklan di situs ini?

Bagi anda yang ingin memasang iklan, kirim ucapan ataupun kirim artikel untuk dimuat di sini silahkan Hubungi kami sekarang juga.

Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Usage Policies